Language:
id Bahasa Indonesia

Mencapai kesetaraan gender merupakan elemen yang amat krusial demi bertambah baiknya kondisi kesehatan reproduksi dan seksual, serta majunya suatu negara. Jalur penelitian Rutgers WPF Indonesia bertujuan untuk membuktikan hal tersebut dalam konteks Indonesia, dimana data-data terkait kesehatan reproduksi dan seksual masih jarang ditemui; dan juga sebagai salah satu pendukung kuat advokasi kepada pemerintah untuk mencapai perubahan-perubahan penting dalam kebijakan HKSR.

Khususnya pada masa remaja (umur 10-19 tahun) merupakan salah satu masa yang paling penting dalam tumbuh kembang seorang manusia karena kondisi kesejahteraannya akan memiliki dampak seumur hidup pada kesehatannya di masa depan. Meski demikian, seringkali fokus akademik dan programatik terpaku pada rentang usia 15-24 tahun, sehingga usia yang lebih muda daripada itu masih kurang diperhatikan. 

Explore4Action (E4A) merupakan program empat tahun yang bertujuan untuk mengisi kekosongan ini dengan cara mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi remaja untuk mampu mengalami transisi yang positif dan sehat dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dan apakah pendidikan seksualitas komprehensif Rutgers WPF Indonesia (SETARA) dapat membantu mendukung proses ini. 

E4A dilakukan di tiga daerah di Indonesia (Bandar Lampung, Semarang dan Denpasar), dan bekerjasama dengan pakar-pakar di bidangnya seperti JHU, UGM, UI, Karolinska University dan Bath University. E4A terdiri dari 3 jalur penelitian utama yaitu:

  1. GEAS (Global Early Adolescent Study)
    Merupakan studi kuantitatif longitudinal yang bertujuan untuk memahami proses sosialisasi gender dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses ini pada periode awal remaja (10-14 tahun). Periode ini adalah periode emas kedua (second golden age) di kehidupan seseorang dan merupakan salah satu jendela peluang untuk membangun norma serta perilaku yang lebih setara gender. 
    Program ini tidak hanya baru dari sisi target responden namun juga memanfaatkan perkembangan terkini di dunia survei melalui penggunaan teknologi gawai (smartphone) untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait kesehatan dan kesejahteraan remaja di periode awal. GEAS juga telah dilaksanakan secara global di empat belas negara, dan bekerjasama dengan universitas serta organisasi penelitian lokal dengan tujuan meningkatkan kapasitas lokal.
  2. YVR (Youth Voices Research)
    Memiliki data kuantitatif tidak menjamin pemahaman yang menyeluruh situasi kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja di Indonesia. Untuk itulah YVR dilakukan, demi menjaring kisah serta naratif remaja tentang pengalaman tumbuh kembang dan sosialisasi gender dalam kehidupan mereka. Apalagi karena kedua hal tersebut merupakan proses penting yang mempengaruhi perilaku, kesehatan dan kesejahteraan seseorang, tetapi hal ini jarang sekali diteliti dari perspektif anak muda.
    YVR menggunakan pendekatan partisipatif anak muda, dimana beberapa peneliti muda lokal diberikan peningkatan kapasitas menyeluruh untuk mengumpulkan, menganalisis, dan berkontribusi dalam advokasi data-data yang ada. YVR dilakukan melalui 2 gelombang, yaitu:
    • YVR I: Responden usia 18-24 tahun untuk melihat bagaimana pesan serta ekspektasi gender yang diterima seorang muda semasa mereka remaja mempengaruhi perilaku mereka.
    • YVR II: Responden usia 10-14 tahun, sehingga mampu menggali lebih dalam esensi kontekstual dari temuan-temuan Global Early Adolescent Study
  1. IR (Implementation Research)
    Merupakan jalur penelitian yang mengumpulkan bukti tentang apa saja yang dibutuhkan demi keberhasilan implementasi CSE di Indonesia. IR berfokus pada implementasi modul kespro Rutgers WPF Indonesia yaitu SETARA, dengan rentang waktu 2018-2019. Untuk menjamin analisis implementasi yang menyeluruh, IR memiliki tiga fokus penelitian:
    • Faktor kontekstual: Seperti apa dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan di sekolah
    • Fidelity & Completeness (kesetiaan & kelengkapan): Melihat bagaimana keterampilan dan cara penyampaian guru serta faktor-faktor kontekstual sekolah lainnya
    • Qualitative Impact Protocol (QuIP): Mengevaluasi di tingkat siswa untuk mengetahui apa yang mereka katakan tentang SETARA untuk menguji mekanisme kerja SETARA. Penelitian QuIP ini juga melibatkan peneliti muda secara partisipatif seperti YVR.
Skip to content