Ikut Terlibat
Svg Vector Icons : http://www.onlinewebfonts.com/icon
Ikut Terlibat

Call for EoI – Inisiatif Hibah Benih (Seed Fund Initiative)

Bagikan Artikel ini
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Call for Expression of Interest
Inisiatif Hibah Benih (Seed Fund Initiative)
Rutgers Indonesia

Nama Program Explore 4 Action
Kategori Hibah
Target penerima Kelompok guru dan orang muda
Bahasa Bahasa Indonesia
Durasi 1 April – 1 Juli (3 bulan)
Tenggat Waktu Pendaftaran 24 Maret 2022

Latar belakang

Implementasi Program Explore4Action (E4A) di Indonesia sudah dimulai sejak 2018 hingga 2022. Dalam tiga tahun perjalanan Program E4A, tercatat sebanyak 95 guru telah menerima pelatihan PKRS menggunakan modul SETARA yang diproduksi oleh Rutgers Indonesia (RID), baik secara langsung oleh RID maupun melalui organisasi mitra RID di Semarang, Bandar Lampung dan Denpasar. Pelatihan, pembekalan dan monitoring telah dilakukan secara berkala. Selaras dengan upaya peningkatan kapasitas guru, sebanyak ratusan siswa SMP telah mendapatkan PKRS dengan menggunakan modul SETARA yang telah eksis sejak tahun 2008 dan telah mengalami pembaharuan yang cukup signifikan di tahun 2019. Selama implementasi E4A, telah berjalan pula implementasi PKRS di beberapa sekolah intervensi. Hingga saat ini, terdapat 18 SMP di tiga kota yang telah melaksanakan PKRS. Dalam rangka mengupayakan keberlanjutan implementasi PKRS di masa mendatang, RID berupaya mendorong inovasi dan kreasi untuk memperkaya dan memperkuat PKRS. Salah satu inisiatif RID yang direncanakan adalah Inisiatif Hibah Benih (seed fund initiative).

Tujuan

Inisiatif Hibah Benih bertujuan untuk menjangkau kelompok peneliti muda terlatih yang lebih luas di bawah lintas program RID (E4A, RHRN2, PtY, dan Gen-G). Inisiatif ini dilakukan untuk menjaring PKRS, dan karya-karya advokasinya yang akan memperkaya dan memperkuat kerja-kerja advokasi dan PKRS berdasarkan pemikiran, temuan, dan produk inisiatif para peneliti muda. Selain peneliti muda terlatih, inisiatif ini juga menyasar guru-guru yang sudah memiliki pengalaman dalam implementasi PKRS di sekolah untuk menyalurkan praktik-praktik terbaik implementasi PKRS dalam wujud riset implementasi untuk mempercepat pengembangan penyampaian dan pendekatan praktik PKRS berbasis data dan pengetahuan. Lebih jauh lagi, hasil inisiatif ini diharapkan bisa berdampak pada peningkatan implementasi kebijakan, program, dan praktik PKRS ke depan. 

Informasi hibah

      Durasi proyek: 3 bulan (1 April- 1 Juli 2022)

      Dana yang dapat diajukan: maksimal Rp 7.000.000,-

      Jumlah penerima hibah: 7-8 individu/kelompok/organisasi

      Tema:

  1. Isu-isu seputar micro-teaching PKRS seperti: memproduksi media pembelajaran yang mendukung pengajaran topik- topik modul SETARA tertentu;
  2. Survei kepada siswa yang mengakses SETARA online tentang pengalaman dan perasaan mereka tentang topik yang dibahas dalam SETARA dan platform
  3. yang digunakan;
  4. Survei kepada orang tua siswa SETARA;
  5. Advokasi kepada kepala sekolah di sekolahnya dalam meyakinkan implementasi PKRS;
  6. Memproduksi kampanye PKRS di media sosial.

 

       
  Jadwal
 
Aktivitas 
Keluaran Waktu

Call for Expression of Interest dan  tenggat waktu

Expression of Interest dipublikasikan

25 Feb – 24 Maret  2022

Seleksi Expression of Interest 

Expression of Interest terpilih 

Hingga tanggal 25 Maret 2022

Webinar Pembuatan Proposal

Pengetahuan dan panduan  dalam pembuatan proposal  lengkap

25 – 30 Maret 2022

Pembuatan proposal dan konsultasi 

Proposal lengkap

01 – 05 April 2022

Pengumuman seleksi 

Penerima hibah terpilih 

1 April 2022

Penandatanganan kontrak  persetujuan dan pembayaran  termin 1

Kontrak persetujuan yang telah  ditandatangani

9 April 2022

Implementasi program hibah 

Terlaksananya 

inisiasi/proyek/penelitian/kampa nye

11 April – 5 Juli 2022

Monitoring dan evaluasi 

Laporan kemajuan (kegiatan dan  keuangan) 

11 April – 5 Juli 2022

Penutupan dan evaluasi akhir 

Laporan akhir dan hasil evaluasi 

15 Juli 2022

 

Persyaratan

 

  1. Kegiatan yang diajukan harus sesuai dengan tema-tema yang disebutkan di atas dan memiliki keterkaitan dengan program E4A. Pengaju bisa memilih satu tema atau lintas tema, selama masih terkait dengan lima tema yang disebutkan.
  2. Kegiatan yang diajukan dapat berupa riset, kampanye, pendidikan dan penyebaran informasi , atau pengembangan perangkat (tools) yang mendukung program E4A.
  3. Kegiatan yang bersifat inovatif akan lebih baik.
  4. Untuk kegiatan penelitian, diharapkan hasilnya dapat memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan pada program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksulitas (PKRS).
  5. Penerima hibah sudah memiliki pengalaman dalam melaksanakan kegiatannya, atau minimal memiliki latar belakang yang relevan dengan kegiatan yang diajukan.
  6. Individu maupun organisasi yang berasal dari kelompok rentan dan terpinggirkan diharapkan dapat mengikuti program ini.

 

Prosedur
 
  1. Penerbitan Call for Expression of Interest (EoI)

Call for Expression of Interest (EoI) akan diterbitkan melalui laman web Rutgers WPF Indonesia dan laman-laman web terkait pencarian dana hibah pada 25 Februari 2022. Selain itu, juga akan dikirimkan kepada calon-calon penerima hibah yang potensial melalui email. Calon penerima hibah akan mengirimkan Expression of Interest dan proposal secara garis besar dengan tenggat waktu penerimaan pada 24 Maret 2022. Penilaian EoI akan berdasarkan kriteria sebagai berikut:

      Pentingnya masalah atau tantangan yang ditangani

      Inovasi solusi yang diusulkan

      Kelayakan rencana implementasi

      Efektivitas biaya dan anggaran yang terdefinisi dengan baik

 

2.  Penyusunan Proposal

 

Calon penerima hibah terpilih yang sudah mengirimkan Expression of Interest dan proposal akan diumumkan pada 25 Maret 2022, untuk kemudian menghadiri webinar mengenai Inisiatif Hibah Benih pada rentang waktu 25-30 Maret 2022 dengan tujuan agar proposal yang dibuat sesuai dengan standard Rutgers WPF Indonesia dan berfokus pada tema-tema yang diusung. Format proposal akan berisi komponen-komponen berikut:

  • Wilayah Kerja
  • Informasi organisasi
  • Latar belakang kegiatan yang diajukan
    1. Keadaan umum lokasi
    2. Informasi tentang suatu masalah dan atau peluang yang dapat dipermasalahkan agar ditindaklanjuti lewat kegiatan / penelitian, termasuk hal-hal yang melatarbelakanginya
    3. Upaya yang sudah dilakukan
    4. Analisis tantangan yang berisi tantangan-tantangan yang sedang atau akan dihadapi, dan upaya menghadapinya
  • Kegiatan yang diusulkan 
    1. Judul Kegiatan
    2. Durasi kegiatan
    3. Tema yang dipilih
    4. Tujuan umum
    5. Tujuan khusus, indikator, kegiatan (khusus untuk kegiatan non-penelitian)
    6. Metodologi lengkap (khusus untuk penelitian, lebih detail akan dituliskan pada contoh proposal penelitian)
  • Keterkaitan dengan tujuan (outcome) Explore for Action atau PKRS
  • Hasil yang diharapkan pada akhir kerjasama
  • Ukuran keberhasilan kegiatan
  • Peluang keberlanjutan kegiatan
  • Perkiraan risiko dan tindakan dalam menanggulangi risiko
  • Rencana komunikasi
  • Perkiraan anggaran (dilampirkan contoh rencana anggaran)
  • Perkiraan jadwal kegiatan (dilampirkan contoh jadwal kegiatan)
  • Tim pelaksana (dilampirkan CV masing-masing orang dalam tim)

Dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung sebagai berikut:

 

Organisasi

  1. Dokumen legal lembaga seperti akta pendirian lembaga/organisasi
  2. SOP lembaga
  3. NPWP

Individu / Kelompok

  1. CV dan portofolio yang berisi pengalaman, hasil keluaran (output) dari pekerjaan terkait yang pernah dilakukan (maksimal 3), pemberi rekomendasi dari pekerjaan-pekerjaan yang disebutkan, dan tingkat gaji (salary rate) untuk pengaju individu.
  2. NPWP masing-masing individu 

Sehingga, pada webinar yang akan dilaksanakan selama 1 hari tersebut akan dihadirkan perwakilan tim PMEL, Komunikasi, Admin dan Keuangan untuk dapat memberikan arahan kepada calon penerima hibah dalam mengembangkan proposalnya terkait aspek-aspek tersebut. Para calon penerima hibah akan diberi waktu selama satu minggu untuk mengembangkan proposal lengkapnya ( 1 – 5 April 2022). Pada rentang waktu tersebut, mereka juga dipersilahkan untuk berkonsultasi dengan tim Inisiatif Hibah Benih jika ada yang kurang jelas / paham  dalam pengembangan proposalnya.

 

3. Seleksi Proposal

 

Proposal lengkap yang dikirim calon penerima hibah akan dinilai berdasarkan:

      Latar belakang dan pengalaman

      Kondisi finansial organisasi (untuk organisasi)

      Deskripsi kegiatan

      Jadwal kegiatan

      Ukuran indikator kegiatan

      Keberlanjutan

      Komunikasi / publikasi

      Kesesuaian anggaran

 

Penilaian akan dilakukan selama rentang waktu 7-8 April 2022 dengan sistem skoring, untuk kemudian diurutkan dan ditentukan penerima hibah berdasarkan kondisi anggaran dari Inisiatif Hibah Benih. Khusus calon penerima hibah yang berasal dari organisasi informal dan kaum rentan serta marjinal, akan disesuaikan dengan kesepakatan tim panelis. 

4. Pengumuman Penerima Hibah

Para penerima hibah yang terpilih akan diumumkan melalui laman web khusus Inisiatif Hibah Benih E4A pada 09 April 2022 di situs web Rutgers Indonesia.

5. Penandatanganan LoA

6. Implementasi kegiatan

Kegiatan yang diajukan penerima hibah dapat mulai dilaksanakan pada 11 April 2021, dan diharapkan selesai dalam waktu 3 bulan, yakni pada 01 Juli 2022. Selama implementasi kegiatan, penerima hibah akan melakukan implementation monitoring, dan tim dari pemberi hibah akan melakukan performance monitoring. Penerima hibah akan diminta mengirimkan laporan setiap bulan, sehingga akan ada laporan kemajuan termin 1 dan 2 untuk tim pemberi hibah memonitor dan mengevaluasi. Tim pemberi hibah juga akan melakukan monthly check-in untuk mengkonfirmasi hasil laporan kemajuan tersebut. Selain itu, pemberi hibah juga memberikan kesempatan kepada penerima hibah untuk dapat melakukan mentorship dengan para mentor yang ahli pada tema kegiatan yang diimplementasikan.  Kegiatan mentorship ini akan dilakukan paling tidak satu bulan satu kali pertemuan (online).

7. Closing dan evaluasi

Pada akhir kegiatan, penerima hibah mengirimkan laporan final yang akan dievaluasi oleh tim pemberi hibah. Evaluasi akan dilakukan hingga akhir Juli 2022 melalui small survey, Focus Group Discussion, analisis media (untuk kampanye), serta  logika kesinambungan dan kesesuaian untuk riset yang diharapkan memberikan rekomendasi yang dapat diaplikasikan pada program E4A terkait PKRS.  

 

 

Pendaftaran
Peminat dapat mengirimkan CV dan Proposal Project paling lambat 24 Maret 2022 ke recruitment@rutgers.id dengan Judul “Inisiatif Hibah Benih” di kolom Subject. Mohon pengertian bahwa hanya kandidat yang masuk short-list akan dihubungi.
 
 
Rutgers WPF Indonesia memberikan kesempatan yang sama pada setiap orang terlepas dari gender, orientasi seksual, status abilitas, dan agama.

Ingin Mendapatkan Kabar Terbaru dari Kami?

Berlangganan Nawala Rutgers Indonesia

Rutgers WPF Indonesia

Rutgers Indonesia merupakan lembaga non-profit atau NGO yang bekerja di Indonesia sejak 1997 untuk isu Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), serta pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS). Kami percaya bahwa seksualitas dan kesehatan reproduksi manusia harus dilihat secara positif tanpa menghakimi dan bebas dari kekerasan.

© 2022 Rutgers Indonesia | Syarat & Ketentuan | Kebijakan Privasi

Keranjang
  • Tidak ada produk di keranjang.